Secara historis sejarah mengenai adanya desa manyar sangat dipengaruhi oleh masuknya peradaban islam pada akhir abad 19, menurut sejarah masuknya agama islam ke indonesia pada waktu itu banyak sekali saudagar-saudagar dari jawa yang yang berniaga. Salah satu tujuan dari perniagaan itu adalah sedayu lor atau yang saat ini yang kita kenal dengan Blimbing (Paciran).
Salah satu dari saudagar tersebut akhirnya menikah dengan satu putri di tanah jawa lor yaitu bernama Nyi mas sekar sari, saudagar itu sendiri adalah bernama Syeikh KH. Khusein dari sumatra, saudagar ini lah yang kemudian menjadi cikal bakal tahah Desa Manyar yang pada saat itu masih bernama Manyar Purwo.
Sekitar tahun 1941 atau pada masa agresi Belanda dan Jepang, desa Manyar mempunyai seorang lurah bentukan goverment yaitu lurah mangunkusumo, pada waktu kepemimpinan lurah mangunkusumo tidak banyak pembangunan yang berhasil dilaksanakan karena waktu itu memang sulit karena penjajah masih bercokol di tanah air. Hingga pada tahun 1962 atau sesudah kemerdekaan, desa manyar mempunyai lagi lurah yang ke dua yaitu Moestopo pada era kepemimpinan lurah Moestopo ini pembangunan mulai berjalan. Salah satu hasil pembangunannya berupa bangunan bendungan irigasi rowo kidul.
Pada tahun 1971 desa manyar mengalami pergantian kepemimpinan lagi yaitu lurah sulaiman. Pada masa lurah sulaiman ini dusun-dusun yang semula berdiri terpisah akhirnya dipersatukan menjadi satu desa hingga saat ini. Pada masa lurah Sulaiman umumnya kondisi ekonomi dan pembangunan sudah baik hal ini ditandai dibangunnya pasar tradisional yang ada diutara desa yang pada saat itu sebagai pasar sore (lurung).
Perkembangan desa Manyar yang begitu pesat ternyata didorong oleh adanya pondok pesantren yang didirikan oleh salah satu penerus Syeikh KH. Khusein yaitu KH. Abdul Mu’thi dan bersamaan dengan masa perkembangannya beliau banyak mengkader santri-santri yang sekarang banyak jadi tokoh agama di desa sekitar bahkan ada yang diluar jawa, dan kemudian pada tahun 1967 didirikan sekolah pertama desa manyar yaitu Madrasah Ibtidaiyah Tamrinussibyan kemudian disusul berdirinya SD INPRES Manyar pada tahun 1971, selanjutnya pada tahun 1979 didirikan Sekolah Tingkat Pertama (SMP/MTs) di desa Manyar, hingga sampai sekarang lembaga pendidikan formal yang ada sekarang adalah sampai jenjang sekolah lanjutan tingkat atas (MA/SMA).
Adapun susunan nama- nama yang pernah menjabat sebagai kepala desa Manyar adalah sebagai berikut :
1. H. Syukur ( Meninggal )
2. H. Sulaiman ( Meninggal )
3. H. Mustofo ( Habis )
4. H. Abu Khoiri ( Habis )
5. Drs. H.Najih Yahya ( Habis )
6. H. Rokhmat ( Habis )
7. Puji Rahayu Saputro ( Habis )
8. 8. Ependi, SH. M.Kn ( Sekaran )

0 Komentar